Muara Teweh, Barito Utara — Dalam rangka mendukung transformasi pendidikan dan mempersiapkan peserta didik menghadapi perkembangan teknologi digital, guru SMP Negeri 3 Gunung Timang mengikuti kegiatan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) yang berlangsung pada Juli–Oktober 2025 di SMP Negeri 2 Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara.
Kegiatan pelatihan ini menjadi salah satu upaya penguatan kompetensi guru dalam memahami serta mengintegrasikan keterampilan koding dan kecerdasan artifisial ke dalam pembelajaran. Keikutsertaan guru SMPN 3 Gunung Timang juga sejalan dengan komitmen sekolah sebagai penerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOS) Kinerja Tahun 2025 untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran dan mengembangkan kompetensi pendidik sesuai dengan kebutuhan zaman.
Melalui pelatihan ini, guru diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai konsep dasar koding, cara berpikir komputasional, pemanfaatan teknologi digital, serta penggunaan kecerdasan artifisial secara bijak, bertanggung jawab, dan sesuai dengan tujuan pendidikan.
Koding dan Kecerdasan Artifisial dalam Dunia Pendidikan
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan. Keterampilan memahami cara kerja teknologi, menyusun instruksi, memecahkan masalah, dan memanfaatkan kecerdasan artifisial menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan.
Koding merupakan proses menyusun instruksi agar komputer atau perangkat digital dapat menjalankan tugas tertentu. Melalui pembelajaran koding, peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berpikir komputasional, yaitu kemampuan memecahkan masalah secara sistematis melalui tahapan seperti dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan penyusunan algoritma.
Sementara itu, kecerdasan artifisial adalah teknologi yang memungkinkan sistem komputer melakukan tugas tertentu yang umumnya memerlukan kemampuan seperti mengenali pola, memahami bahasa, menghasilkan konten, atau memberikan rekomendasi berdasarkan data dan model yang digunakan.
Koding dan kecerdasan artifisial memiliki keterkaitan, tetapi keduanya bukan hal yang sama. Koding berfokus pada penyusunan instruksi, sedangkan kecerdasan artifisial mencakup metode dan sistem yang memungkinkan komputer melakukan tugas-tugas tertentu secara cerdas.
Dalam konteks pendidikan, pengenalan kedua bidang tersebut tidak hanya bertujuan agar peserta didik mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara kerjanya, menilai hasilnya secara kritis, serta mempertimbangkan dampak penggunaannya terhadap diri sendiri dan masyarakat.
Pelatihan sebagai Upaya Penguatan Kompetensi Guru

Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial yang berlangsung pada Juli–Oktober 2025 di SMPN 2 Muara Teweh menjadi kesempatan bagi guru untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi perkembangan pembelajaran berbasis teknologi.
Penguatan kompetensi guru menjadi faktor penting dalam pelaksanaan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial di sekolah. Guru perlu memahami konsep dasar materi, memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, serta merancang aktivitas belajar yang memungkinkan murid memperoleh pengalaman secara langsung.
Pembelajaran koding, misalnya, dapat dimulai melalui kegiatan tanpa perangkat digital (unplugged), seperti menyusun urutan instruksi, membuat algoritma sederhana, mengenali pola, dan menyelesaikan permainan logika. Selanjutnya, peserta didik dapat diperkenalkan dengan pemrograman visual berbasis blok sebelum mempelajari bentuk pemrograman yang lebih kompleks sesuai kesiapan mereka.
Pada pembelajaran kecerdasan artifisial, guru dapat mengajak peserta didik memahami cara kerja sistem cerdas melalui contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Murid juga perlu belajar mengenali keterbatasan hasil yang dihasilkan oleh sistem kecerdasan artifisial, memeriksa kebenaran informasi, menjaga privasi, dan menghindari ketergantungan terhadap teknologi.
Dengan demikian, guru tidak hanya berperan mengenalkan teknologi baru, tetapi juga membimbing peserta didik agar mampu menggunakannya secara kritis, etis, dan bertanggung jawab.
Implementasi Koding dan Kecerdasan Artifisial di SMPN 3 Gunung Timang
Hasil pelatihan diharapkan dapat mendukung pengembangan pembelajaran Informatika dan Koding dan Kecerdasan Artifisial di SMPN 3 Gunung Timang. Implementasi pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah, ketersediaan perangkat, kesiapan guru, serta kemampuan awal peserta didik.
Dalam pembelajaran koding, peserta didik dapat dilatih menyusun algoritma, membuat diagram alir, memahami logika percabangan dan perulangan, serta mengembangkan program sederhana. Aktivitas tersebut dapat membantu murid membangun pola pikir logis, terstruktur, kreatif, dan sistematis dalam menyelesaikan permasalahan.
Sementara itu, pembelajaran kecerdasan artifisial dapat diarahkan pada pemahaman konsep dasar, pengenalan penerapan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, serta pembentukan sikap kritis terhadap informasi dan konten yang dihasilkan oleh sistem kecerdasan artifisial.
Murid juga perlu memahami pentingnya etika digital, perlindungan data pribadi, penghargaan terhadap hak cipta, serta kejujuran dalam mengerjakan tugas. Hasil yang diberikan oleh kecerdasan artifisial tidak selalu benar sehingga perlu diperiksa, dibandingkan dengan sumber yang dapat dipercaya, dan digunakan dengan pertimbangan yang matang.
Penerapan pembelajaran tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik menjadi pengguna teknologi yang cakap sekaligus individu yang mampu memahami peluang, keterbatasan, dan tanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi digital.
Dukungan terhadap Transformasi Pendidikan
Penguatan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial merupakan bagian dari perkembangan pendidikan yang semakin memperhatikan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, dan kesiapan menghadapi perubahan teknologi.
Bagi sekolah, pengembangan kompetensi guru melalui pelatihan merupakan langkah penting untuk membangun fondasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Namun, keberhasilan implementasi tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi, melainkan juga oleh kemampuan guru merancang pengalaman belajar yang bermakna, aman, inklusif, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Pemanfaatan perangkat komputer dan sumber belajar digital perlu disertai dengan pendekatan pedagogis yang tepat. Apabila fasilitas atau akses internet terbatas, pembelajaran tetap dapat dilakukan melalui simulasi, permainan logika, kartu instruksi, diskusi kelompok, dan aktivitas tanpa perangkat digital.
Dengan pendekatan tersebut, kesempatan belajar dapat diberikan kepada seluruh peserta didik, terlepas dari perbedaan pengalaman maupun kemampuan mereka dalam menggunakan teknologi.
Komitmen SMPN 3 Gunung Timang dalam Mengembangkan Literasi Digital
Keikutsertaan guru SMPN 3 Gunung Timang dalam Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial Tahun 2025 menjadi bagian dari upaya sekolah untuk terus meningkatkan kompetensi pendidik dan kualitas layanan pendidikan.
Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan pembelajaran, praktik mengajar, pengembangan bahan ajar, serta berbagi praktik baik dengan rekan sejawat. Evaluasi secara berkala juga diperlukan agar penerapan pembelajaran dapat terus disempurnakan berdasarkan kebutuhan dan perkembangan belajar peserta didik.
Sekolah menyadari bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial diharapkan tidak hanya membekali murid dengan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk sikap bijak dalam memanfaatkan teknologi untuk tujuan yang positif.
Melalui peningkatan kompetensi guru dan pengembangan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman, SMPN 3 Gunung Timang berkomitmen untuk terus mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas serta mempersiapkan peserta didik menjadi generasi yang kreatif, kritis, dan bertanggung jawab di era digital.
SMPN 3 Gunung Timang — Membangun Kompetensi, Mengembangkan Kreativitas, dan Menyiapkan Generasi Cakap Digital.
